Ciri-Ciri Khusus Badak

infohewan.com – Badak merupakan hewan yang ikonik dengan penampilan fisiknya yang besar dan culanya yang eye-catching. Namun sayang, hewan ini kerap diburu untuk diambil culanya. Perbuatan segelintir manusia yang tercela itu mengantarkan badak pada status hewan yang terancam keberadaannya sehingga harus dilindungi. Hewan ini tidak sulit untuk dikenali, meski begitu ada beberapa ciri spesifik terkait badak yang tidak banyak orang ketahui. Berkut ini beberapa ciri-ciri utama badak:

Ukuran Tubuh Badak Besar

Badak termasuk ke dalam golongan hewan yang memiliki tubuh besar. Tingginya bisa mencapai 6 kaki (183 cm) dengan bobot hingga 3,5 ton lebih. Dengan ukuran yang seperti itu, badak saat ini termasuk mamalia besar yang berjalan di muka Bumi ini, dan hanya dikalahkan oleh gajah. Spesies badak yang paling besar adalah badak putih atau Ceratotherium simum yang kini memiliki status “Near-threatened”. Sementara itu, spesies badak yang berasal dari Asia cenderung memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dibandingkan dengan badak putih. Perbedaan ukuran badak jantan dan betina tidak terlalu kentara, mereka relative berukuran hampir sama. Namun, sesungguhnya, badak jantan sedikit lebih besar dibandingkan dengan badak betina.

Kulit Badak Tebal

Pada umumnya, kulit badak berwarna abu-abu, namun sesungguhnya warna kulit badak tergantung dari kondisi tanah di tempat habitatnya. Kulit badak tampak berkerut dan hampir seluruh permukaannya tidak memiliki rambut. Kulit badak relative tebal, bahkan pada bagian-bagian tubuh tertentu, seperti pada bahunya, ketebalan kulit badak bisa mencapai 3,8 cm, benar-benar tebal ‘bukan? Di bawah kulit badak yang tebal terdapat 1 sampai 2 lapisan lemak yang juga tebal yang berfungsi untuk mengatur temperatur tubuh badak.

Memiliki Cula

Pada badak, cula merupakan ikon fisik dari hewan bertubuh besar ini. Cula merupakan tanduk yang ada di ujung hidung badak dan kerap disebut “nose horn” atau tanduk hidung. Cula badak bukanlah perpanjangan dari tulang badak. Cula badak utamanya tersusun atas keratin, yaitu suatu bahan yang juga menjadi penyusun rambut dan kuku manusia. Namun, pemeriksaan lebih dalam dengan menggunakan CT scan menunjukkan bahwa inti cula badak tersusun atas kalsium dan melanin yang sangat padat. Kalsium membuat cula badak tampil kuat, sementara melanin berfungsi dalam melindunginya dari sinar UV matahari. Struktur penyusun cula mirip dengan yang ditemui pada kuku kuda dan paruh burung kakatua. Bagian luar cula cenderung lebih lembut dan dapat ditajamkan oleh badak seiring dengan penggunaannya. Apabila cula badak patah atau terpotong, maka bisa tumbuh kembali secara bertahap.

Badak hitam, badak putih dan badak Sumatra memiliki 2 cula, sementara badak Jawa dan badak India hanya memiliki 1 cula. Menurut International Rhino Association, cula depan pada badak hitam dapat tumbuh dengan panjang antara 51 hingga 130 cm, sementara pada badak putih sedikit lebih kecil daripada itu. Panjang cula depan badak Sumatra berkisar antara 25 sampai 79 cm, dan cula belakangnya hanya memiliki panjang 7 cm. Untuk panjang cula depan badak India adalah 20 sampai 61 cm, sementara untuk badak Jawa adalah 25 cm.

Habitat dan Makanan Badak

Badak hitam dan putih hidup di Afrika padang rumput dan dataran banjir Afrika Timur dan Selatan. Sedangkan badak India hidup di tanah rawa dan hutan hujan di India bagian Utara dan Nepal bagian Selatan. Sementara Badak Sumatra dan Badak Jawa hanya ditemukan pada area terbatas di tanah rawa dan hutan hujan Indonesia dan Malaysia. Badak sehari-hari menghabiskan waktu hidupnya untuk merumput dan hanya tidur di waktu terpanas di hari itu. Badak, meski jarang, suka berendam dalam lumpur, terutama di waktu-waktu saat mereka tidak makan.

Badak termasuk hewan herbivora, oleh karenanya mereka hanya makan tumbuh-tumbuhan dengan jenis tumbuhan yang bervariasi. Setiap spesies badak memiliki bentuk moncong yang berbeda-beda untuk mengakomodasi makanan mereka yang berbeda pula. Sebagai contoh, badak hitam yang memiliki bibir panjang mampu untuk makan daun yang tinggi yang ada di pohon atau semak, sedangkan badak putih dengan moncong yang datar mengharuskan dirinya untuk mendekat kala ingin makan rumput yang ada di tanah.

loading...

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>