Ciri-Ciri Khusus Siput

infohewan.com – Secara taksonomi, siput termasuk hewan yang digolongkan ke dalam filum Moluska dan kelas Gastropoda. Moluska berarti lunak, sedangkan gastropoda yang berasal dari Bahasa Latin, gastros (yang berarti perut) dan podos (yang berarti kaki), memiliki arti hewan yang menggunakan perutnya sebagai alat gerak. Jadi, siput adalah hewan bertubuh lunak yang menggunakan perutnya sebagai alat untuk bergerak.

Klasifikasi Siput

Kingdom : Animalia
Filum : Moluska
Kelas : Gastropoda
Ordo : Achatinoidea

Siput memiliki berbagai karakteristik yang unik yang tidak dimiliki oleh hewan lainnya. Berikut ini ciri-ciri khusus atau karakteristik dari siput:

Siput Bertubuh Lunak

Secara anatomi, bagian luar tubuh siput terdiri atas 2 bagian, yaitu cangkang dan tubuh siput yang lunak serta bertekstur kental. Siput tidak memiliki kaki, dia bergerak dengan mengandalkan otot-otot ventral pada bagian perutnya. Saat berjalan dengan menggunakan perutnya akan terlihat pergerakan seperti gelombang pada alat gerak siput yang dihasilkan oleh kontraksi otot-otot. Untuk melindungi tubuhnya yang lunak dari friksi pada saat bergerak, maka siput akan memroduksi lendir seiring dengan pergerakannya.

Siput Memiliki Cangkang (dan tidak)

Salah satu karakteristik siput yang paling dikenali adalah memiliki cangkang. Umumnya, Kita mengetahui bahwa siput itu adalah hewan yang bercangkang. Namun, ternyata tidak semua siput memiliki cangkang loh. Dalam Bahasa Inggris, siput bercangkang disebut snail, sementara yang tidak bercangkang disebut slug. Keduanya sama-sama bernaung dalam kelas Gastropoda.

Cangkang siput memiliki bentuk yang beraneka ragam. Cangkang siput memiliki berbagai macam fungsi, seperti sebagai alat pelindung dari predator yang mengancam hidupnya, juga pelindung dari potensi ancaman lainnya, mencegah dehidrasi, dan sebagai cadangan kalsium. Pada cangkang siput akan dijumpai bagian yang berbentuk seperti spiral, arah dari spiral bisa dekstral (berlawanan arah jarum jam) atau sinistral (searah jarum jam).

Ciri Cangkang Siput

Setiap cangkang siput dari suatu spesies memiliki keunikan tersendiri, seperti permukaannya yang apabila diamati secara mikroskopik akan tampak nyata perbedaan pahatan atau ukirannya. Begitu juga dengan bentuknya yang bisa bermacam-macam, seperti discoidal, globular, conical, pupiform, flat-coiled, ataupun yang bentuknya meninggi (elongated turreted).

Tentakel Siput

Siput memiliki dua pasang tentakel di ujung kepalanya. Satu pasang merupakan alat penglihatannya, sementara satu pasang yang lain berfungsi sebagai organ penciumannya.

Siput Memroduksi Lendir

Ciri-ciri Siput

Siput bercangkang ataupun yang tidak bercangkang keduanya sama-sama memroduksi lendir. Lendir diproduksi oleh suatu kelenjar besar yang terletak di bawah mulut dan dekat dengan kaki siput. Lendir yang diproduksi oleh siput memiliki beberapa fungsi, yaitu:

  • Untuk melapisi bagian kaki siput yang digunakan untuk berjalan. Pelapisan itu bertujuan untuk mengurangi friksi dan kerusakan pada kaki siput. Saat siput berjalan, maka dia akan meninggalkan jejak yang sebenarnya merupakan bekas lendir yang melapisi bagian kaki.
  • Untuk menutupi permukaan tubuh siput yang lunak, sehingga dapat melindunginya dari gangguan lingkungan luar.
  • Sebagai alat rekat antara permukaan kaki siput dengan permukaan dimana dia berada, misal di batu.

Cara Siput Bernafas

Siput bernafas dengan cara yang mirip dengan mekanisme bernafas pada mamalia. Alat pernafasan siput adalah paru-paru, namun bila dibandingkan dengan mamalia maka paru-paru siput lebih sederhana. Molekul oksigen (O2) yang dihirup siput diangkut ke seluruh tubuh oleh darah. Haemosianin adalah molekul yang bertanggung jawab dalam mengangkut oksigen di dalam darah. Di mamalia oksigen diangkut oleh haemoglobin. Layaknya mamalia, dalam bernafas, siput juga mengeluarkan karbondioksida (CO2) melalui paru-paru.

Sistem Reproduksi Siput

Siput merupakan hewan hermaprodit, artinya seekor siput memiliki 2 alat/organ reproduksi jantan dan betina. Siput memiliki organ reproduksi yang disebut ovotes-tis yang dapat menghasilkan sel telur sekaligus sel kelamin jantan. Telur yang dihasilkan oleh organ ovotes-tis selanjutnya akan dikeluarkan oleh siput ke lingkungan dan ditempatkan pada tanah atau pada benda lain yang ada di atas tanah.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>