19 Ciri Khusus Jerapah

infohewan.com – Hewan yang memiliki nama latin Giraffa camelopardalis ini diketahui merupakan hewan daratan yang paling tinggi di dunia. Rupa Jerapah terbilang menawan, sehingga dimanapun dia berada pasti aka nada banyak orang yang akan memerhatikannya. Di samping penampilannya yang berbeda dengan hewan mamalia lain, ternyata Jerapah juga memiliki keunikan tersendiri yang tidak dimiliki mamalia lainnya. Beberapa keunikan Jerapah akan Kami bahas bersama Ciri-Ciri Khusus Jerapah yang lain, apa sajakah itu? Simak poin-poin berikut ini ya:

1. Jerapah memiliki panjang tubuh antara 3,8 hingga 4,7 meter dengan bobot mencapai antara 0,5 sampai 2 ton.

2. Jerapah memiliki kaki yang panjang, serta leher yang lebih panjang lagi dengan punggung yang memiliki kontur seperti lereng menurun, tidak rata seperti kebanyakan hewan berkaki empat lainnya. Hal tersebut dapat dimaklumi karena memang kaki depan Jerapah lebih panjang dibandingkan kaki belakangnya.

3. Moncong Jerapah juga panjang dan telinga yang berukuran kecil, serta kedua mata yang besar.

4. Pada bagian atas kepala Jerapah terdapat tanduk yang ramping yang disebut ossicone, khususnya dapat ditemui pada Jerapah jantan dewasa. Dengan adanya ossicone, maka tinggi total Jerapah menjadi 4,7 hingga 5,3 meter (untuk Jerapah Jantan dewasa) dan 3,9 sampai 4,5 meter, untuk Jerapah betina dewasa.

5. Lidah jerapah berwarna biru kehitaman, yang jika diulur panjangnya bisa mencapai 45 cm. Lidah tersebut berfungsi untuk mengambil makanan.

6. Bobot jantung jerapah mencapai 10 kilogram dan panjangnya dapat mencapai 61 cm. Jantung tersebut menghailkan tekanan darah dua kali lipat jika dibandingkan dengan hewan mamali besar yang lain. Dengan tekanan darah sebesar itu, maka jantung Jerapah dapat mengaliirkan darah hingga mencapai kepala dengan melewati leheer Jerapah yang sangat panjang.

7. Pada bagian atas dari leher Jerapah terdapat suatu mekanisme pengaturan tekanan yang kompleks yang berperan dalam mencegah mengalirnya darah yang amat banyak ke otak saat Jerapah tengah menunduk untuk minum.

8. Dalam interaksinya dengan Betina, Jerapah Jantan kerap menggunakan leher sebagai ekspresi dari rasa sayang mereka, perilaku itu disebut dengan necking.

9. Untuk urusan perkawinan, necking tidak hanya sampai di situ, necking juga terjadi saat Jerapah jantan dewasa bertarung dengan Jerapah lainnya. Ya benar, Jerapah menggunakan lehernya untuk bertarung antar-sesamanya, terutama dalam perebutan pasangan dan territorial kekuasaan.

10. Jumlah tulang belakang Jerapah ada tujuh. Hal tersebut seperti yang terdapat pada anjing, kucing, tikus, dan manusia. Namun, tulang belakang yang terdapat pada Jerapah lebih panjang ketimbang yang terdapat pada mamalia lain.

11. Di alam, Jerapah biasanya hidup berkelompok. Namun, kawanan Jerapah biasanya terdiri dari Jerapah betina dan Jerapah jantan muda, sedangkan Jerapah jantan dewasa hidup soliter atau sendiri. Namun, jika hendak kawin, maka Jerapah jantan dewasa akan menjelajah wilayah mencari lawan jenisnya. Kawanan Jerapah tidak memiliki pemimpin layaknya seperti kawanan singa.

12. Jerapah mendiami wilayah savanna di Afrika, khususnya di Afrika Timur Namun, sekarang ini Jerapah sudah banyak dijumpai di Afrika Barat.

13. Jerapah memiliki bibir yang tebal, sehingga tidak mudah terluka saat mengonsumsi pohon ataupun ranting, seperti semak berduri.

14. Jerapah merupakan seekor herbivora. Oleh karena itu, makanannya adalah tumbuhan, baik itu daun ataupun dahan. Dalam sehari, seekor Jerapah bisa memakan sampai dengan 66 kilogram tumbuhan.

15. Kebiasaan makan Jerapah jantan dan betina dapat dibedakan. Jerapah jantan cenderung makan daun yang berada pada dahan yang tinggi, sedangkan yang betina cenderung melengkungkan lehernya untuk makan makanan yang ada di tanah. Oleh karena itu, Kita bisa membedakan kelamin Jerapah hanya dengan mengamatinya makan dari jauh. Satu hal lagi yang membedakan antara Jerapah jantan dan betina adalah Jerapah jantan suka untuk masuk ke dalam hutan mencari makan, sedangkan yang betina menghindari untuk masuk ke hutan.

16. Sekali minum, Jerapah bisa menenggak air dalam jumlah yang sangat banyak, sehingga dirinya bisa menghabiskan waktu yang lama di area yang kering dan tandus.

17. Dalam sehari, Jerapah betina lebih banyak menjelajah wilayah ketimbang yang jantan. Mereka menghabiskan waktu sekitar 12 jam per hari untuk menjelajah, sedangkan yang jantan hanya sekitar 5 jam saja dalam sehari.

18. Jerapah berkembang biak kapan saja di sepanjang tahun. Jerapah betina lebih cepat matang keitmbang yang jantan. Jerapah betina mencapai kematangan di usia 3 – 4 tahun, sedangkan usia kematangan Jerapah jantan berkisar antara 6 – 7 tahun.

19. Masa kehamilan Jerapah lebih lama jika dibandingkan dengan manusia, yaitu mencapai 13 hingga 15 tahun.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>