Ciri-Ciri Khusus Trenggiling

infohewan.com – Mendengar kata “Trenggiling” mungkin bagi sebagian besar orang tidak lah terlalu familiar di telinga mereka. Trenggiling memang bukanlah hewan yang popular di mata banyak orang awam, meski demikian beberapa jenisnya dinyatakan terancam keberadaannya akibat maraknya perburuan oleh manusia. Saat ini terdapat 8 spesies Trenggiling di dunia, 4 spesies terdapat di Asia dan 4 lagi terdapat di Afrika. 2 dari 8 jenis Trenggiling itu terancam punah, dan keduanya merupakan Trenggiling yang berada di Asia, bahkan salah satunya ada di Indonesia, yaitu Manis javanica. Trenggiling masih manyimpan banyak misteri bagi para peneliti, karena hewan ini merupakan hewan yang sangat pemalu. Meski begitu, Kita tetap bisa mengetahui beberapa ciri khusus yang dimiliki oleh Trenggiling.

1. Trenggiling kerap dipersamakan dengan pemakan semut ataupun dengan armadillo, padahal antara ketiganya tidaklah sama. Antara 3 hewan itu, masing-masing memiliki ciri khusus tersendiri. Namun, memang ada persamaan, contohnya antara armadillo dan trenggiling, mereka sama-sama memiliki pelindung pada tubuhnya yang terbuat dari bahan yang sangat keras. Sedangkan antara trenggiling dan pemakan semut, keduanya sama-sama melahap semut dengan lidah panjangnya sebagai salah satu makanan utamanya.

2. Tubuh bagian atas Trenggiling dilapisi dengan sisik, namun tubuh bagian bawahnya tidak dilapisi sisik, melainkan dilapisi bulu yang jarang.

3. Untuk Trenggiling yang berasal dari Asia, mereka memiliki bulu yang cukup tebal di antara sisik-sisik yang ada di tubuhnya. Sementara Trenggiling yang berasal dari Afrika tidak memiliki bulu di antara sisik-sisiknya.

Spesies Trenggiling

4. Trenggiling akan membentuk tubuhnya menjadi seperti bola saat dirinya merasa ada ancaman mendekat. Saat seperti itu, Trengiling akan mengeluarkan bau-bauan yang tidak sedap layaknya seekor sigung. Bahkan, seekor singa ataupun harimau tidak mampu membuka bola Trenggiling untuk memangsanya.

Bola Trenggiling

5. Sisik-sisik yang menempel di tubuh Trenggiling terus tumbuh sepanjang hidup mereka, layaknya rambut manusia.

6. Sisik Trenggiling terbuat dari keratin, seperti halnya rambut dan juga kuku manusia.

7. Sisik-sisik Trenggiling tersusun menumpuk ke bawah.

8. Kepala Trenggiling berukuran kecil, berbentuk kerucut, dengan rahang yang tanpa gigi. Namun, Trenggiling memiliki lidah yang sangat panjang, berotot dan lengket yang sangat berguna untuk meraih semut ataupun rayap yang kerap berada di lubang dengan kedalaman yang cukup dalam.

9. Dalam taksonomi, kerabat dekat Trenggiling bukanlah pemakan semut, melainkan hewan Karnivora. Hal itu menjadi aneh, karena Trenggiling tidak punya gigi sama sekali layaknya para pemakan daging. Trenggiling tidak mengoyak atau mencabik daging makanannya, tetapi mereka langsung melahapnya tanpa dikoyak. Menurut penelitian, evolusi pemakan semut yang bersisik dengan hewan karnivora terjadi lebih dari 70 juta tahun yang lalu. Hal tersebut menjadikan Trenggiling, dalam taksonomi, sebagai hewan yang unik yang ada di Bumi.

10. Trenggiling mempunyai penglihatan yang payah. Oleh karena itu, dalam mencari sarang semut dan rayap, Trenggiling menggunakan indera penciuman mereka.

11. Kaki/lengan Trenggiling sangat kokoh, sehingga bisa dikatakan bahwa kaki/lengan mereka sangat beradaptasi sesuai dengan fungsinya untuk menggali dan mencari makanan.

12. Masing-masing kakinya memiliki lima jari. Kaki depannya memiliki jari yang 3 di antaranya memiliki kuku yang lebih panjang dibandingkan 2 lainnya. Kuku yang lebih panjang itu memiliki peran dalam menggali tanah dan menghancurkan sarang rayap dan semut, serta dalam menggali tanah untuk Trenggiling tidur.

13. Trenggiling bisa berdiri dengan menggunakan kaki belakangnya untuk mengendus-endus udara.

14. Trenggiling juga mampu berenang dan secara mengejutkan mereka juga bisa berlari cepat.

15. Tidak semua Trenggiling berada di tanah, ada jenis Trenggiling yang suka memanjat pohon dan bergelantungan di sana. Jenis Trenggiling Afrika yang secara total berada di daratan adalah jenis Smutsia temminckii dan Smutsia gigantea, sedangkan yang bisa memanjat pohon dan bergelantungan di sana adalah Manis tricuspis dan Manis tetradactyla. Ciri khusus Trenggiling yang bisa memanjat dan bergelantungan di pohon adalah ukuran tubuhnya yang relatif lebih kecil dan memiliki ekor yang cukup panjang.

Trenggiling Bergelantung di Pohon

16. Trenggiling merupakan binatang soliter, tidak berkelompok. Di siang hari dia tidur di dalam liang yang digali olehnya, baru pada malam hari dirinya keluar aktif mencari makan. Dan, untuk keperluannya itu, Trenggiling mengandalkan penciumannya yang tajam.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>