Ciri-Ciri Khusus Kalajengking

infohewan.com – Salah satu hewan yang menjadi lambang zodiac ini terlihat sangat khas. Mungkin hampir setiap orang bisa mengenali seperti apa Kalajengking itu. Namun, yang dimiliki Kalajengking bukan hanya penampilannya yang khas, namun juga ciri khusus lain yang mungkin belum banyak orang yang mengetahuinya. Nah, berikut ini beberapa ciri khusus Kalajengking:

1. Karakteristik Kalajengking yang paling mudah untuk dikenali adalah ekornya yang ramping dan panjang melengkung di bagian ujungnya, dan di bagian ujung tersebut terdapat alat penyengat (yang disebut Telson) yang digunakan untuk meng-injeksikan racun ke dalam tubuh mangsanya, predatornya, atau mungkin juga manusia yang dianggap sebagai ancaman oleh Kalajengking.

2. Kalajengking memiliki sepasang cakar pada tubuh bagian depan, dan hal itu sangat mudah untuk dikenali.

3. Kalajengking bukanlah serangga atau insekta. Kalajengking, seperti laba-laba, digolongkan ke dalam kelas Arachnida. Oleh karena itu, kalajengking memiliki ciri khusus hewan Arachnida, yaitu memiliki 8 kaki. Dan, tidak seperti serangga, Kalajengking tidak memiliki sayap dan antenna.

4. Kalajengking tidak memiliki tulang, namun mereka memiliki kerangka luar atau eksoskelelton seperti yang akan dijelaskan pada poin berikut.

5. Kalajengking memiliki kerangka luar atau eksoskeleton (eksternal skeleton) yang terbuat dari kitin, seperti yang ada di udang. Eksoskeleton yang dimiliki kalajengking berfungsi untuk melindungi dirinya,, oleh karenanya sangat kuat dan fleksibel. Selain sebagi perlindungan, eksoskeleton kalajengking juga berperan dalam menghambat hilangnya air dari tubuh mereka, mengingat lingkungan mereka tinggal memiliki temperature yang cukup tinggi, sehingga air mudah menguap.

6. Berbeda dengan laba-laba yang tubuhnya terbagi atas 2 bagian, Kalajengking memiliki 3 bagian tubuh, yaitu prosoma atau sefalotoraks (kepala), mesosoma (abdomen), dan metasoma (ekor).

Bagian Tubuh Kelajengking

6.a. Pada Bagian Prosoma Kalajengking terdapat mata, mulut, dan sepasang cakar yang disebut dengan pedipalp dan memiliki capit (chelae) di bagian ujungnya.

6.b. Pada Mesosoma terbagi atas 7 segmen dan terdapat 4 pasang kaki. Pada segmen-segmen di mesosoma terdapat organ reproduksi, pernapasan, dan organ-organ lainnya.

6.c. Metasoma terbagi atas 5 segmen dan berakhir di Telson yang oleh Kalajengking difungsikan sebagai alat penyengat. Pada Telson terdapat sepasang kelenjar yang memproduksi racun

7. Kalajengking merupakan seekor predator yang bekerja dengan sangat efektif. Dia memiliki mata yang dapat digunakan untuk mendeteksi mangsanya, kedelapan kakinya dapat digunakan pada permukaan apapun sehingga dapat mengejar mangsanya dengan cepat, apalagi gerakan Kalajengking terbilang cepat dan gesit. Pedipalp miliknya dapat digunakan untuk menangkap dan menggenggam mangsanya, di saat yang sama racun di ujung ekornya diinjeksikan ke dalam tubuh mangsanya dengan tujuan untuk melumpuhkan atau bahkan membunuhnya. Setelah itu, dengan pedipalp dan capit di ujungnya, tubuh mangsa akan dimasukkan ke dalam mulut Kalajengking.

8. Kalajengking memiliki racun dengan derajat toksisitas yang berbeda, ada kalajengking yang beracun, contohnya Kalajengking Arizona Bark, dan ada juga yang tidak beracun, contohnya Kalajengking Desert Hairy. Untuk kalajengking Arizona Bark, meski masih berukuran kecil atau masih anak, dia tetap bisa menyengat dan menginjeksikan racun, jadi tetap harus berhati-hati terhadap kalajengking, berapapun ukurannya. Racun kalajengking umumnya mengandung senyawa neurotoksin yang dapat membuat lumpuh dan membunuh mangsanya.

9. Habitat Kalajengking umumnya di gurun, namun ada juga yang hidup di sekitar perkotaan dan dekat pegunungan.

10. Kalajengking termasuk ke dalam golongan hewan nokturnal, yaitu hewan yang aktif mencari makanan di malam hari. Pada siang hari, Kelajengking bersembunyi di bawah bebatuan atau di celah-celahnya.

11. Kalajengking betina sekali melahirkan bisa mencapai 4 hingga 8 atau 9 bayi Kalajengking. Begitu lahir, bayi kalajengking langsung naik ke atas punggung induknya. Sang induk akan merawat bayi kalajengking sampai dia bisa mencari makanannya sendiri.


loading...

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>