Jenis-jenis Bisa Ular

Jenis Bisa Ular

sumber gambar: telegraph.co.uk

infohewan.com – Ular memang merupakan momok tersendiri bagi kebanyakan orang, mungkin juga Kamu termasuk salah satu di antara mereka yang takut atau bahkan fobia dengan ular. Ya, hal tersebut memang beralasan, selain bentuknya yang memang menyeramkan, salah satu faktor yang membuat ular banyak ditakuti adalah karena hewan yang masuk ke dalam keluarga reptil ini memiliki bisa atau racun yang dikeluarkan ketika dia menggigit atau bahkan ada beberapa jenis ular yang meludahkan bisanya langsung ke arah mangsanya.

Sekitar 450 jenis ular, dari 2950 jenis ular yang diketahui (tahun 2007), memiliki bisa yang dapat melumpuhkan atau bahkan membunuh siapa saja yang terkena. Bisa atau racun yang terkandung di dalam ular pada umumnya terdiri atas satu atau gabungan dari beberapa toksin. Berikut ini bisa Kamu ketahui jenis-jenis bisa yang terdapat di reptil yang sering dikait-kaitkan dengan mitos ini:

  • Bisa Hemotoksin

    Bisa jenis ini dapat menghancurkan sel-sel darah merah sehingga dapat mengakibatkan terjadinya pendarahan internal. Hal tersebut dapat mengakibatkan diamputasinya bagian tubuh mereka yang digigit oleh ular yang memiliki bisa jenis hemotoksin. Wow, mengerikan bukan? salah satu contoh jenis ular yang memiliki bisa hemotoksin adalah Russel’s Viper yang ada di India. Ular spesies itu biasanya bersembunyi di balik daun-daun kering dan banyak terdapat di wilayah perkebunan kelapa sawit. Ketika ada seseorang yang tidak sengaja menginjak atau menyenggolnya, maka Russel’s Viper akan bereaksi dengan menggigit bagian tubuh yang dianggapnya mengancam itu. Salah satu korban di India bahkan setelah tiga tahun tergigit ular itu menderita kelumpuhan dan gigitan si ular meninggalkan luka yang cukup parah.

  • Bisa Neurotoksin

    Jenis bisa neurotoksin akan menyerang sistem saraf. Toksin jenis ini akan menyebabkan lumpuhnya sistem pernapasan yang berarti pasokan oksigen akan terus berkurang, jika didiamkan maka akan menyebabkan kematian akibat gagal jantung yang terjadi. Salah satu jenis ular yang terkenal yang juga memiliki bisa jenis neurotoksin adalah ular King Cobra. Bisa King Cobra Asia dapat membunuh mangsanya hanya dalam waktu 15 menit. Bisa jenis neurotoksin juga dapat menimbulkan masalah pada penglihatan, misalnya penglihatan sangat terang akibat dari saraf pengaturan cahaya yang masuk ke mata rusak oleh toksin sehingga mata menerima cahaya dengan jumlah yang banyak. Mereka yang gigitan King Cobra dapat mengalami hal tersebut.

  • Bisa Sitotoksin

    Bisa jenis ini mengakibatkan hancurnya sel-sel tubuh. Gejala yang ditimbulkan biasanya bersifat lokal di sekitar area gigitan ular yang kemudian merambat ke bagian-bagian tubuh yang lain. Rasa sakit dari gigitan ular yang mengandung bisa sitotoksin biasanya dirasakan setelah 10-15 menit setelah gigitan terjadi dan biasanya disertai oleh bengkak dan perdarahan di sekitar area gigitan. Ada tanda biru atau hitam pada area gigitan sebagai tanda sirkulasi darah yang terganggu akibat sel-sel darah serta jaringan yang rusak. Jika lama gigitan tidak ditangani, sekitar 4 jam, maka bagian tubuh yang digigit dapat diamputasi. Contoh ular yang mengandung bisa jenis sitotoksin adalah ular Kobra India, kombinasinya dengan neurotoksin membuat Kobra India menjadi salah satu jenis ular paling mematikan di dunia.

  • Bisa Miotoksin

    Bisa jenis ini menyebabkan otot-otot di tubuh kamu terasa kaku yang dapat lama-kelamaan dapat berakibat hancurnya otot-otot tubuh. Jika keadaan tersebut dibiarkan tanpa tertangani maka darah akan dipenuhi oleh protein-protein otot, dan ginjal akan berusaha keras untuk memfilternya, selanjutnya gagal ginjal akan terjadi yang ditandai dengan warna urin yang gelap akibat penguraian otot menjadi protein-protein. Contoh ular yang memiliki bisa jenis miotoksin adalah ular ‘bothrops moojeni’ yang biasa disebut Brazilian lancehead snake.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>